Ketua LBH-PHH Melaporkan Oknum Pelaku Pengancaman Terhadap Dirinya

0
118

LSM KPK Nusantara – Bermula dari adanya kegiatan berupa pengukuran lahan yang berbatasan dengan lahan mertuanya, Mertua korban mendatangi lokasi tersebut. Berhubung karena mertua korban lama dan belum kembali kerumah, sehingga istri korban mengikuti ibunya kelokasi pengukuran karena istrinya kelokasi, maka korban berfikir, jangan sampai ada apa-apanya sampai mereka ribut. Akhirnya Korban pun ikut kelokasi pengukuran.

Setibanya dilokasi tersebut, orang yang bertugas mengukur sudah berkumpul dipinggir jalan. Dan Korban bertanya, “Siapa yang suruh ukurkah?”, istri korban menjawab, bahwa tidak dilakukan pengukuran diatas tanahnya mama. Kemudian disambung oleh Terlapor, bahwa Kami tidak mengukur dilahan ini, karena adanya pemberitahuan dari awal. Kemudian Korban memutar motor yang ditungganginya kelokasi tersebut, sambil berkata “Oohhh, Saya kira diukur juga”, sambil menyetir motor pulang kerumahnya.

Berselang beberapa menit kemudian, Terlapor datang dengan membawa sebilah parang panjang yang terikat dipinggangnya, dan memasuki halaman rumah Korban, dengan marahnya Terlapor bertanya dengan nada tinggi, “Siapa yang kamu marah-marahi tadi”, Korban sempat kaget dan menjawab, “siapa yang marah, orang cuma bertanya”.

Terlapor terus berjalan kearah Korban, bersamaan gagang parang yang dibawanya hendak dipegang, langsung Saudara Jusman memeluk Korban dari belakang. Yang kemudian, menahan Terlapor, dan mendorong, sambil berkata “ingatki…!”.

Korban merasa adanya tekanan psikologis atas peristiwa ini, yang kemudian duduk sambil bergetar ketakutan. Karena seandainya saudara Jusman tidak datang, entah apa yang terjadi terhadap dirinya, yang sedang jongkok menyekop tanah timbunan untuk rumahnya dibagian dapur.

Setelah Terlapor pergi, Korban mendengar suara Saudara Jusman yang sedang berbicara, maka dipaggilnya. Setelah tiba diteras rumah Korban, Saudara Jusman ditanya, untung kamu datang, karena Saya tudak menyangka kalau dia mau marah, dan andai tidak ditahan, mungkin saja Ia membacok kepalaku, karena posisi tempat berdirinya lebih tinggi dari saya.

Kemudian Korban bertanya kepada Saudara Jusman, kenapa Kamu tiba-tiba datang, maka Jusman menrangkan bahwa, sepulangnya kamu dari tempat pengukuran, Terlapor berkata bahwa kamu marah, tapi Istrimu dan mertuamu bilang, tidak dia cuma bertanya. Kemudian dia langsung balap motornya, maka Daeng Kulle menyuruh Saya kesini, karena jangan sampai pak Dusun (Terlapor) langsung singgah dan memukulmu. Makanya Saya datang.

Setelah komfirmasi dengan pihak Kepolisian, Korban akhirnya menuju Mapolsek Wolo, untuk membuat Pengaduan, selanjutnya Laporan Polisi, atas perbuatan Terlapor terhadapnya.

Sampai bertemunya Korban dengan awak media, perasaan Korban masih ketakutan, sepertinya Korban sedang mengalami tekanan bathin.

Pesan Korban kepada rekan Kepolisian, agar menindaklanjuti laporan ini dengan baik, karena Saya merasa terintimidasi, tanpa mengetahui apa penyebab permasalahan, Saya diperlakukan seperti ini. Dan Laporan ini akan Kami kawal bersama rekan-rekan Advokat PPKHI (Perkumpulan Pengacara & Konsultan Hukum Indonesia) yang jumlahnya kurang lebih 1.000 orang diseluruh Indonesia, Organisasi Advokat tempat Saya bernanung, rekan-rekan Advokat PARI (Persatuan Advokat Republik Indonesia) yang jumlahnya juga sekitar seribuan dan Seluruh jajaran LBH Peduli Hukum & HAM, yang jumlahnya kurang lebih 500 orang diseluruh Indonesia.

Terlepas dari itu, Korban adalah Ketua LSM KPK di Sulawesi Tenggara, yang jumlahnya juga terbilang banyak di seluruh Indonesia, tentu rekan-rekan Saya akan ikut berpartisipasi dalam rangka pengawalan masalah ini.

Dan juga 18 Media cetak dan Online, yang merupakan mitra kerja Korban, akan selalu bersedia melempar semua berita yang berkaitan dengan laporan di polsek Wolo.

Sehingga Korban berharap agar Terlapor ditahan, jangan sampai melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan/atau mengulangi kembali perbuatnnya terhadap korban.

Kemudian korban menambahkan bahwa, satu hal yang paling saya sayangkan, Dusun IV, Desa Tamborasi yang berinisial Saldi Ukkas, seharusnya, bijak dan dewasa dalam berfikir, karena dia adalah pemerintah yang wajib memberi contoh terbaik bagi warganya.

Demikian hasil Laporan M. Aslam fadli, SH.i, yang merupakan pengacara yang sangat kritisi dan aktif terhadap penegakan hukum.

  • Laporan Aslam, Sulawesi Tenggara. Kamis 16 April 2020.

Tinggalkan Balasan