Ketua LSM KPK Riau, Hadiri Peresmian Jembatan

0
430
Ketua LSM KPK Riau, Hadiri Peresmian Jembatan
foto: Ketua LSM-KPK DPD.Riau (Affansasi) pakai baju hitam dan Bupati Kabupaten 50 Kota Prov. Sumatera Barat (Irfendi Arbi) pakai baju merah.
RIAU – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Pemantau Korupsi (LSM- KPK Nusantara) DPD Riau, menghadiri peresmian jembatan Batukabau, Minggu(15/1/2017), kemarin. Menurut Affansasi, Ketua LSM KPK Riau, di perkirakan masyarakat memakai jembatan gantung berlantai kayu, masyarakat Jorong Batukabau, Kenagarian Sitanang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, sejak 28 tahun yaitu mulai 1987.
Dimulainya pembangunan jembatan di Nagari Sitanang ditandai peletakan batu pertama oleh Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, bersama Kepala Dinas PU, Edward, beserta jajaran pemerintah kecamatan Lareh Sago Halaban. Turut hadir Anggota DPRD Amril B, Dandim 0306, Letkol Inf Heri Sumitro, Kapolsek Luhak, dan tokoh masyarakat.
Affansasi mengatakan  jembatan permanen di Batukabau, merupakan salah satu program pembangunan Pemkab di bidang infrastuktur, yang dilaksanakan guna menunjang percepatan pembangunan dari kawasan pinggir. Ini juga salah satu program pemerintah yang sudah di wacanakan Presiden Ir. H. Jokowi Dodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Jembatan Batusikabau, sudah diusulkan masyarakat secara berjenjang dan baru terlaksana pada anggaran 2015.
Affansasi juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintahan sebelumnya, Alis Marajo-Asyirwan Yunus, dan  orang orang yang sudah berjasa akan terciptanya semua ini.
“Saya hanya berharap, masyarakat dapat memanfaatkan jembatan Batukabau sebaik-baiknya untuk memacu perekonomian,” harap ketua LSM KPK.
Dia juga mengakui, saat ini tidak hanya di Sitanang, masih banyak daerah Nagari yang tertinggal di bidang infrastuktur. Hal ini lebih diakibatkan karena terbatasnya anggaran daerah.
Di tempat terpisah Wali Nagari, Sitanang Zulfikar sejak 1978 jembatan di Jorongbatu Kabau, menjadi alternatif utama masyarakat beraktifitas. Jembatan gantung setinggi 8 Meter di atas Batang Sinama itu kondisinya sudah tua dan tak layak pakai, serta cuma bisa dilalui kendaraan roda dua. Perbaikan selama ini kami kerap melakukan swadaya, menjual sapi Bandes untuk biayanya untuk pembangunan jembatan sepanjang 60 Meter. (MK)

Tinggalkan Balasan