Tak Merasa Takut Ancaman, Maharani: ” Pengancaman Kepada Jurnalis dan Aktifis Harus Diproses Hukum “

1
388
Tak Merasa Takut Ancaman, Maharani: " Pengancaman Kepada Jurnalis dan Aktifis Harus Diproses Hukum "

DKI JAKARTA, K P K – Ketua
DPD DKI Jakarta LSM Komunitas Pemantau Korupsi (KPK Nusantara),
Fauziyah Maharani, SH., seorang perempuan yang getol untuk melakukan
pemantauan dan pencegahan Korupsi di wilayah kerjanya.  Baginya, saat
ini penyakit Korupsi yang telah membudaya di berbagai pihak wajib di
awasi bersama. Apalagi peran serta Lembaga Kemasyarakatan sudah diatur
dalam Undang-Undang Dan Peraturan Pemerintah(PP), untuk ikut andil dalam
partisipasi pemberantasan tindak pidana Korupsi.


Ironisnya,
pada Jum’at(11/11/2016), di kantor Kec. Cakung, Jakarta Timur, yang
disinyalir mengabaikan IMB dalam mendirikan bangunan, saat hedak
dikonfirmasi oleh beberapa LSM dan Media, Pihak Kecamatan Cakung
langsung main bentak dan mengusir para pekerja sosial tersebut. Hebatnya
lagi, pihak Kecamatan Cakung memasang jasa Preman yang berkedok LSM
untuk mengahalang halangi tugas para kontrol sosial itu, bahkan sampai
mengancam untuk mau memenggal lehernya.

Seperti yang
dijelaskan oleh, Maharany, ketua DPD LSM KPK Nusantara, DPD. DKI
Jakarta, “beberapa awak media pada hari itu sengaja mendatangi Kantor
Kec. Cakung untuk mengetahui kejelasan tentang bangunan yang ada di
Wilayahnya tanpa IMB, bahkan sudah digaris merah oleh Dinas Penataan
Kota Kecamatan Cakung, namun pihak terkait masih saja melanjutkan
pembangunnya,” tandasnya, dikantornya Jl. Batu Merah II/29 RT 006/002, Kel. Pejaten Timur, Kec. Pasar Minggu, Jaksel.


Diungkapkannya,
“dengan kejadian tersebut saya menduga ada permainan dibalik semua ini,
sehingga pihak Kecamatan tidak mau dikonfirmasi dan memakai jasa Preman
untuk intimidasi para media saat melakukan investigasi, bukankah ini
Negara hukum yang harus patuh sama aturan main di Negara ini, bukan main
kasar dan menyatakan Wartawan adalah tukang peras pejabat,” ungkapnya.

“Saya tidak menerimakan prilaku oknum PNS yang sok kebal hukum itu, atas
peristiwa itu, saya selaku aktifis anti korupsi akan lakukan langkah
hukum dan melaporkan segala bentuk prilakunya kepada rekan-rekan
wartawan,” tandasnya.

Ditambahkannya, “saya berharap
kepada pihak-pihak terkait untuk lebih efisien dalam mengawasi segala
bentuk perijinan yang ada, karena kami kwatir ada Pungli berjemaah yang
dilakukan oleh oknum-oknum PNS untuk meraut keuntungan bagi pribadi
maupun korporasinya, dan saya juga meminta kepada Gubernur DKI Jakarta
untuk menindak tegas Camat yang sudah dengan sengaja menghina profesi
kami dan menghalang-halangi saat media mau melakukan konfirmasi,”
katanya

“Saya
sudah dimintai keterangan sebagai saksi di Polsek Cakung,
Rabu(16/11/2016), saya akan kawal kasus ini sampai tuntas.” Pungkasnya.
(tim)

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan